<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indra666's Weblog</title>
	<atom:link href="http://indra666.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indra666.wordpress.com</link>
	<description>hormatilah perempuan... terutama ibumu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 07:37:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indra666.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indra666's Weblog</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indra666.wordpress.com/osd.xml" title="Indra666&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indra666.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bali Yang Terasing</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2009/02/05/bali-yang-terasing/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2009/02/05/bali-yang-terasing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 07:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indra666.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Terbayangkah anda dengan kehidupan bali di masa lapau? Hal itu mengingatkan saya ketika menonton film bali tahun 1902 disalah satu stasiun televisi. Kehindahan pulau bali sangatlah terasa pada jaman itu. Udara yang sejuk kehidupan yang tentram dan ke-eksotikan lewat busana yang minim, membuat kolonial mempromosikan bali ke benua eropa. Keluguan masyarakat bali membuat kolonial menjadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=52&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN">Terbayangkah anda dengan kehidupan bali di masa lapau? Hal itu mengingatkan saya ketika menonton film bali tahun 1902 disalah satu stasiun televisi. Kehindahan pulau bali sangatlah terasa pada jaman itu.<img class="aligncenter size-medium wp-image-53" title="rumah-antik-jpg" src="http://indra666.files.wordpress.com/2009/02/rumah-antik-jpg.jpg?w=300&#038;h=199" alt="rumah-antik-jpg" width="300" height="199" /> Udara yang sejuk kehidupan yang tentram dan ke-eksotikan lewat busana yang minim, membuat kolonial mempromosikan bali ke benua eropa. Keluguan masyarakat bali membuat kolonial menjadikan pulau ini sebagai lahan untuk obyek yang potensal. Keserhanaan masyarakat bali dan serta belum masuknya modernisasi, membuat masyarakat bali terkesan primitif. Memang tidak dapat di pungkiri setiap jaman akan membawa suatu perubahan yang sangat signifikan dan terkadang perubahan yang menjadikan suatu hal yang menghacurkan diri sendiri<span id="more-52"></span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span> </span>Masuknya modernisasi memang tidak dapat dibendung disemua lini kehidupan kita. Tanpa terasa modernisasi dan globalisasi sudah merasuk dalam diri kita selama ini. Di jaman modernisasi sekarang ini memang sangatlah sulit untuk mencari lahan pekerjaan untuk memenuhi kehidupan. Kebutuhan kian meningkat membuat kemiskinan di negara ini semakin banyak. Modernisasi menjadikan masyarakat untuk berpikir praktis dalam menyikapi kehidupan. Kepraktisan dan kecanggihan modernisasi membuat masyarakat berubah dan terjebak didalam keinstaan kehidupan modern sekarang ini. Nilai kemewahan dan kekayaan menjadikan derajat bagi manusia sekarang ini, dan banyak masyarakat mengiginkan hal itu dengan instan. Fenomena yang kerap terjadi didalam meraih derajad dan status di bali ini adalah penjualan tanah. Memang cara ini membawa kita cepat dan instan mencari suatu status.<span> </span>Banyak masyarakat bali terperangkap dengan dengan fenomena yang satu ini, yang bertindak hilaf didalam menyiasati modernisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span> </span>Masyarakat bali secara tidak sadar kerap kali menjual tanah mereka, yang kebanyakan alasan mereka dengan kesulitan ekonomi. Penjualan tanah ini menjadi kepuasan sesaat dan tidak sama kali dipikirkan bagaimana pasca penjualan tanah dengan uang yang mereka terima. Namun hal yang paling menarik dari semua ini adalah suatu hal yang sangat delematis dilakukan, karena mesin pemiskian negara yang sangat kentara. Dengan memberikan lebel tanah no 1 dengan harga pajak yang begitu tinggi, yang mengaharuskan mereka untuk menjual tanah mereka karena tidak mampu untuk membayar pajak yang mereka harus mereka tanggung untuk mempertahan anah mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN">Keluguan dan mesin pemiskian ini, membuat langkah para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di pulau yang sangat berpotensi. Kepekaan investor melihat bali sebagai peluang bisnis yang sangat potensial dan menjadikannya pabrik uang dan jarang sekali hal ini terlintas dipikiran masyarakat bali yang hanya sebagai penonton saja. Selain melihat bali sebagai lahan yang potensial, masyarakat balipun sangat jarang sekali mengenal kritik dan demontrasi seperti daerah-daerah lain di indonesia pada umumnya. ketentraman dan budaya nerimo (menerima) masyarakat bali sangat di manfaatkan oleh para investor. Keluguan itu menjadikan investor lega dan membuat suatu sistem kepada masyarakat bali menjadikan mereka tergantung dengan investor tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IN"><span> </span>Banyaknya investor luar atau asing memanankan modalnya di bali membuat mereka bebas untuk berbuat apa-apa yang mereka sukai. Tanpa disadari masyarakat bali, seakan asing di tanah kelahian mereka sendiri. Anda lihat sekarang ini, hampir 50% pulau ini di kuasai oleh investor baik asing maupun dalam negeri. Namun jika kembali menayakan, siapa yang memberikan kelegan yang absolot bagi investor untuk menanamkan modal mereka di bali? Tidak lain dan tidak bukan adalah pemerintah itu sendiri. Dengan memberikan suatu izin kepada investor membuat bali menjadi terasing. Lalu kalau izin itu mudah di dapat lewat perintah, dan apakah tidak di tinjau kembali peran pemerintah yang tidak melihat dampak dari proyek para investor yang secara tidak langsung merusak alam bali. Saya kira renungan ini adalah bagian dari sikap saya melihat sebuah fenomana yang saya rasakan sekarang ini. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=52&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2009/02/05/bali-yang-terasing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indra666.files.wordpress.com/2009/02/rumah-antik-jpg.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rumah-antik-jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polemik Perempuan Dalam Penyetaraan Gender</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2008/07/29/polemik-perempuan-dalam-penyetaraan-gender/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2008/07/29/polemik-perempuan-dalam-penyetaraan-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 03:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indra666.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara mengenai perempuan di Indonesia memang tidak akan terlepas dari keterindasannya akan budaya partiarki. Memang hal itu tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kekuatan laki-laki yang cenderung menggunakan tindakan kekerasan dan cara berpikir pendek dan mengesampingkan perasaan sering sekali terjadi dalam diri laki-laki. Perempuan disetiap era selalu memengang peran yang sangat penting dan juga berpengaruh didalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=35&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Berbicara mengenai perempuan di Indonesia memang tidak akan terlepas dari keterindasannya akan budaya partiarki. Memang hal itu tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kekuatan laki-laki yang cenderung menggunakan tindakan kekerasan dan cara berpikir pendek dan mengesampingkan perasaan sering sekali terjadi dalam diri laki-laki.</span><a href="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/321837773_9444dbfc21_m.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-37" src="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/321837773_9444dbfc21_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"> Perempuan disetiap era selalu memengang peran yang sangat penting dan juga berpengaruh didalam kehidupan, namun yang perlu diingat bahwa dalam system Negara sering kali perempuan cenderung<span> </span>di diskriminasikan entah dalam era tradisional maupun dalam era sekarang ini. Hal ini merupakan sebuah fenomena yang sangat menggelitik dan seakan menjadi polemic ini didasarkan steriotif negetif yang lambat laun menjadi sebuah culture yang berkembang (pemuki dan menjadi sebuah keabsahan yang seolah tidak bisa ditentang. Perempuan terkadang menjadi sebuah obyek yang sering disalahakan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari kasus yang menimpa Inul Daratista, seorang penyani dangdut yang melakukan aksi panggung yang sangat radikal dan juga menorah banyak kritik dari dikalangan masyarakat timur. Dengan munculnya goyangan Inul yang mendapatkan banyak kritik dari berbagai kalangan masyarakat menjadikan Inul sebagai kambing hitam dalam kasus-kasus criminal (pemerkosaan) dan juga merusak mental masyarakat.</span><span id="more-35"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Hal ini yang menjadi benang merah munculnya segala streotif negative mengenai perempuan dengan minimnya dimunculnya dari segi-segi positifnya yang menjadi suatu kekuatan perempuan yang jarang diperhitungkan dalam kesehariannya.<span> </span>Kondisi ini memang sangat berdampak dan juga dapat<span> </span>dikatakan bahwa minimnya hukum yang membela hak-hak perempuan dalam kehidupan social, perkawianan, perlindungan kekeasan, pekerjaan dan masih banyak lainnya. Jika kalau ada hukum yang mengatur dan melindungi perempuan hal itu hanya kertas ditulis dengan tinta belaka, namun aplikasinya sendiri sangatlah lemah. Saya sangat yakin bahwa peraturan yang melindungi peremuan tersebut sangatlah minim dalam prakteknya, karena dalam konteks budaya Indonesia yang sebagaian besar<span> </span>sangatlah berpihak pada laki-laki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Pada era <span> </span>modern seperti sekarang ini, memang perlindungan terhadap perempuan memang lebih semakin jelas, dan pengakuan hak-hak perempuan memang lebih diperhatikan. Kalau kita melihat dari memperjelas hak-hak kaum perempuan tersebut hanya sebatas konsep belaka, namun tetap dalam apikasinya masih saja diskriminatif dan sangat memojokan kaum perempuan. Kekerasan yang menimpa perempuan ini juga semakin parah ketika munculnya suatu kelas-kelas dalam perempuan itu sendiri, yaitu perempuan yang berkelas sebagai “<em>wanita karir”</em> dan kelas wanita buruh pekerja serta ibu rumah tangga. Dari kebanyakan orang menilai bahwa keberadaan wanita karir tersebut merupakan suatu cerminan pada kemajuan dari perempuan itu sendiri. Namun kalau melihat secara lebih mendalam, munculnya “wanita karir” hanya dikarenakan bentuk pekerjaan dan jabatan saja, yang secara tidak langsung membentuk lingkungan mereka menjadi eksklusif yang seakan-akan dapat disejajarkan dengan pria. Kalau tanpa disertakan kansop perubahan yang bertujuan untuk menggakat harkat dan martabat dan kedudukan perempuan seutuhnya, maka hal itu merupakan suatu tindakan modernisasi dan penyetaran yang dalam arti seutuhnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Keadaan ini seharusnya akan dapat dirubah sekarang ini dengan semakin banyaknya pendidikan, sehingga dapat peluang untuk membuka wawasan mereka dalam melakukan suatu perubahan. Jika kebutuhan primer tersebut dapat dipenuhi, maka langkah berikutnya yaitu menyeimbangkan tugas dan peran laki-laki serta perempuan menjadi seimbang dan menghilangkan diskriminatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Kalau melihat perempuan dalam kehidupan rumah tangga, banyak muncul anggapan bahwa kaum perempuan memiliki sikap yang dalam arti memelihara dan juga sebagai orang yang rajin yang barang tentu perempuan akan membawa image bahwa kaum perempuan sebagai pendominasian sector domestic. Memang banyak orang yang mengira bahwa perempuan sebagai pekerja yang tidak dapat dihandalkan dalam kehidupan publik, namun sebaliknya hal itu adalah suatu tugas yang sangat berat dan membutuhkan suatu tanggang jawab yang sangat-sangat berat. Seperti diungkapakan dalam buku “Mansur Fakih” bahwa dikalangan keluarga miskin beban yang sangat berat ini harus ditanggung oleh perempuan itu sendiri, terlebih-lebih lagi perempuan itu harus bekerja sampingan untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga, maka hal itu dapat dikatakan bahwa perempuan menanggung beban yang berlipat ganda.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Melihat fenomena yang demikian pekerjaan perempuan memang menoreh pandangan bahwa,<span> </span>pekerjaan yang dilakoni oleh kalangan perempuan merupakan pekerjaan yang rendah apabila dibandingkan dengan pekerjaan kaum laki-laki. Bahkan hal itu menimbulkan suatu kategori pekerjaan yang “bukan produktif”, dimana pekerjaan yang dilokoni perempuan tersebut tidak diperhitungkan dalam statistic ekonomi negara. Bagi kelas menengah dan golongan kaya, beban kerja yang dilakukan oleh perempuan tersebut dilimpahkan oleh pembantu rumah tangga. Dan hal itu sesungguhnya mereka merupakan sebagai korban dari bias gender di masyarakat. Kalau dipikir kembali, bahwa mereka bekerja lebih lama dan lebih berat dan bahkan mereka tanpa mendapatkan perlindungan dari Negara ketika melakukan pekerjaan demikian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Dalam situasi seperti ini, perempuan sendiri juga secara tidak langsung menjajah kaumnya sendiri. Kalau kembali untuk melihat buku karya mansur fakih dikatakan bahwa, pendekatan yang beramsumsi mengenai masalah keterbelakangan kaum perempuan itu terletak pada diri kaum perempuan itu sendiri, dan oleh karenanya dibutuhkan usaha untuk menggarap kaum perempuan itu, dan ini menjadi arus utama dalam memecahkan masalah yang dihadapi kaum perempuan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">goes Indra</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">tinggal di taman 65 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Denpasar Bali</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indra666.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indra666.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=35&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2008/07/29/polemik-perempuan-dalam-penyetaraan-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/321837773_9444dbfc21_m.jpg?w=240" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kakekku Tameng&#8230;&#8230;?????</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/benarkah-kakekku-tameng/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/benarkah-kakekku-tameng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 08:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indra666.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[65&#8230;.65&#8230;.65&#8230;..topik yang sering diangkat sekarang ini&#8230; banyaknya buku yang beredar yang mengulas tahun itu&#8230; angka itu memuat aku terusik Dan&#8230;. ingin sekali menayakan peran kakekku di waktu itu.. Sempat terlintas rasa takut untuk menanyakan hal itu dengannya Namun, dengan rasa ingin tahu, aku mulai menanyakannya dengan pamanku. &#8230;&#8230;.. kata dia&#8230;. kakekmu memang sempat menjadi tameng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=27&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/dsc02051.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-31" src="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/dsc02051.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><span style="font-family:Verdana;">65&#8230;.65&#8230;.65&#8230;..topik yang sering diangkat sekarang ini&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">banyaknya buku yang beredar yang mengulas tahun itu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">angka<span> </span>itu memuat aku terusik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan&#8230;. ingin sekali menayakan peran kakekku di waktu itu..</span><span id="more-27"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Sempat terlintas rasa takut untuk menanyakan hal itu dengannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Namun, dengan rasa ingin tahu, aku mulai menanyakannya dengan pamanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">&#8230;&#8230;.. kata dia&#8230;. kakekmu memang sempat menjadi tameng diwaktu itu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">namun, aku tidak percaya begitu saja&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">aku mencoba untuk memberanikan diri untuk menanyakannya&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">tapi aku takut&#8230;&#8230;., membangkitkan traumanya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">aku sempat duduk terdiam lama diatas angka 65 di taman&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">aku pikir, mungkin kakekku bukan seorang tameng&#8230;. karena pada waktu itu rumah keluarga besarku di selimuti rasa ketakutan&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">lalu&#8230;.. kenapa kakekku dikatakan sebagai tameng?????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan pada suatu hari&#8230;.. aku dan adiku memberanikan diri untuk menanyakan hal itu dengannya&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dia banyak bercerita mengenai kebringasan orang diwaktu itu&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan akhirnya sampai kepertanyaanku&#8230;&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Apakah kamu seorang tameng.???????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dia terdiam dan tidak mau berbicara&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Terdengar saja suara dari luar&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Ia dulu dia seorang tameng&#8230; saut nenekku&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Kakekku srentak marah-marah&#8230; dan mengatakan jangan membangkitkan dendam&#8230;. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Leganya hatiku mendengarnya&#8230; karena kegelisahanku terjawabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Namun aku tidak perduli dengan sejarah kakekku yang mungkin bringas pada waktu itu&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan aku pikir waktu itu hanya ada dua pilihan yang sangat dilematis &#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">yaitu membunuh atau di bunuh&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan mungkin dia memilih untuk membunuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Verdana;">Dan akhir hayatanya pun harus mati mengenaskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Goes indra</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Tinggal di Taman 65</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indra666.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indra666.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=27&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/benarkah-kakekku-tameng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/dsc02051.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selling Bali by the dollar</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/selling-bali-by-the-dollar/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/selling-bali-by-the-dollar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 07:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indra666.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Ih……. Ngeri banget judul dari artikel inggris lho…….., sebenarnya saya hanya ingin mengutarakan pikiran lewat tulisan aja, dengan harapan bisa dipampang di Mading Taman 65. Dalam tulisan ini, saya membicarakan kebudayaan Bali yang selama ini sudah menjadi produk konsumsi public dengan nama pembanguan pariwisata yang menjual semua itu demi sepeser dolar, Paling tidak semua itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=17&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/img_0866.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" src="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/img_0866.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;">Ih……. Ngeri banget judul dari artikel inggris lho…….., <span> </span>sebenarnya saya hanya ingin mengutarakan pikiran <span> </span>lewat tulisan aja, dengan harapan bisa dipampang di Mading Taman 65. Dalam tulisan ini, saya membicarakan kebudayaan Bali yang selama ini sudah menjadi produk konsumsi public dengan nama pembanguan pariwisata yang menjual semua itu demi sepeser dolar, Paling tidak semua itu menurut saya. Maaf kalau salah, mohon dikoreksi<span> </span>ya……… terima kasih sebelumnya.</span><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-family:Verdana;">Tebayangkah anda dengan bagai mana bali pada masa lampau? Saya kita sorga yang di embeklan pulai ini sudah sirnah. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:Verdana;">Memang kalau bicara mengenai kebudayaan di Indonesia, Bali pasti tidak dilupakan sebagai kota budaya yang kental dengan kesakralannya. Sorga pariwisata-pun melekat dalam nama pulau ini. Hal itu pula terbukti dengan adanya peninggalan barang-barang kuno, bangunan-bangunan kuno, serta kebudayaan unik. Selain budaya dan keindahan alamnya, fasilitas pendukung-pun tersedia, seperti hotel-hotel maupun cafe-café, discotik (hiburan malam) sebagai pelengkap wisatawan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sebagai penambah daya tarik wisatawan, pemerintah pun gencar mencanangkan program yang dinamakan dengan “<em>Cinta kebudayaan</em>“. Program yang dianjurkan pemerintah, membuat masyarakat menjadi beromba-lomba untuk menjaga kelestarian kebudayaan yang sekarang ini sering disebut dengan <em>Ajeg Bali</em>. Tetapi dibalik program yang dicanangkan oleh pemerintah itu, masyarakat Bali akan semakin diperbodoh oleh pemerintah. Hal itu dikarenakan oleh dampak dari program yang menjadikan masyarakat seakan dinina-bobok-kan oleh pemerintah. Dengan cara memberikan program yang bernuansa menjaga budaya, maka<span> </span>masyarakat bali akan terbius dan seolah-olah tujuannya pemerintah mulia. Tujuannya tidak lain, agar masyarakat terbuai dan membuat masyarakat tidak kritis dan membuatnya mengenal kritik, selain itu melarang masyarakat untuk menayakan dibalik program yang dicanangkan. Seperti apa yang dikatakan oleh Pak Degung, bahwa kebudayaan bali itu kebanyakan kebudayaan yang cinta damai, tidak mengenal demontrasi, tidak mengenal kritik terhadap kekuasaan serta penguasa. Tetapi di bali semua itu di katakan bahwa, ajaran keharmonisan tersebut ciptaan ideology pembagunanisme order baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Pembodohan yang tidak dirasakan tersebut, membuat mereka terbius oleh apa yang di katakan oleh pemerintah itu adalah benar. Pemikiran yang instant membuat mereka mudah untuk mengatakan bahwa program tersebut adalah suatu hal yang mulia dan patut di puji. Tetapi ketidak sadaran tersebut membuat mereka terlena dan tanpa disadari bahwa kebudayaan yang mereka agungkan telah di jual demi mendapatkan suatu keuntungan pemerintah. Kekritisan masyarakat bali menjadi dibungkam oleh pemerintah yang menebaran paham yang dianggap benar oleh masyarakat pada umumnya. Ketika masyarakat ingin mengkritisi kebudayaan mereka, maka akan dijauhi dan dikatakan <em>jelme sing ngelah gae</em> dan buruknya dianggap <em>orang kiri</em> (komunis)<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Pembekuan mentalitas tersebut, membuat para investor atau pemodal bisa ingin menanamkan modalnya di bali. Untuk mendapatkan keamanan didalam memananam modal tersebut, maka langkah pertama yang dilakukan pemilik modal yaitu mencari tenaga kerja yang terdapat dilingkungan dengan upah sedikit. Hampir sekitar 70% masyarakat Bali menggantungkan hidup mereka dari pariwisata. Situasi ini membuat masyarakat bali menjadi ketergantungan dengan pariwisata dan tanpa sadar mengesahkan penjualan kebudayaan yang selama ini dilakukan oleh investor. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Penjualan kebudayaan atau sale calture ini memang sering tampak pada masyarakat sekarang ini. Kesakralanpun menjadi suatu prodak untuk meraih selembar dollar dari wisatawan yang berkenjung.</span><span style="font-family:Verdana;"> Memang modernisasi sekarang ini membuat masyarakat lupa akan prinsip atau ideologi mereka. </span><span style="font-family:Verdana;">Masuknya moderenisasi membuat masyarakat Bali menjadi semakin tergantung dengan pariwisata. Kepekaan masyarakatpun yang tertanam sejak lama menjadi hilang dan seolah-oleh sale of culture menjadi suatu yang layak. Kebudayaan dan peningalan sejarah yang tanpa sadar telah terjual. Banyaknya barong dence, calon arang atau, bahkan pura-pun sekarang ini menjadi obyek pariwisata yang layak untuk dijual. Memang kalau kita harus simak fenomena itu sudah menjadi hal yang biasa dan bahkan sudah lumrah. Tetapi apakah itu hal yang disahkan? Atau malah menjadi pengesahan bias dari masyrakat di jaman sekarang ini?. Memang sangat sulit sekali untuk menjawab pertanyaan itu, kalau boleh saya katakan bahwa apa yang tidak bisa di jual untuk jaman sekarang ini? Apakah membagun pariwisata harus menelanjangkan diri dengan menjual idiologi? Saya kira itu bukan suatu cara untuk menarik pariwisatawan untuk berkunjung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Memang dilematis yang di rasakan masyarakat bali sangatlah dirasakan. Hilangnya suatu nilai yang ditamankan selama ini sudah mulai memudar ketika modernisasi bersarang di setiap orang bali. namun disisi lain bahwa masyarakat bali selama ini banyak sekali ketergantungan dengan pariwisata didalam memenuhi kehidupan mereka. Tepisan juga muncul dari broker-broker pariwisata, yang mana pengesahan penjualan budaya ini bukan menjual kesakralan dengan menduplikatnya. Lalu kalau kita lihat, apa bedanya diantara kedua itu, toh penjualan budaya yang dilakukan oleh para broker tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">……. Menurut saya yang paling penting, kita yang hidup sekarang ini haruslah lebih kritis didalam menerima program yang di canangkan oleh pemerintah. Untuk itu jangan gegabah menerima program tersebut, dan harus di pertanyakan kembali agar tidak diperbodohi oleh pemerintah. ………..Bukannya saya menggurui, tapi cumin mengingatkan saja agar kita tidak selalu di perbodohi oleh pemerintah dan juga antek-anteknya……. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indra666.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indra666.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=17&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2008/07/28/selling-bali-by-the-dollar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/img_0866.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>belajar blog</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/belajar-blog/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/belajar-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[taman 65]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indra666.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[pertama ini saya mengenal dunia blog. saya kira belajar blog ini sangat penting untuk konteks sekarang ini. jaman yang semakin hari semakin maju ini, kita dituntut untuk mengenal dunia sayber yang memudahkan orang untuk memperoleh sesuatu. saya diajrin saylow. sory nanti dlanjutkan&#8230;&#8230; ok broooooo<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=3&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg"><img class="size-medium wp-image-12" src="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pagi di padang galak" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">pagi di padang galak</p></div>
<p>pertama ini saya mengenal dunia blog. saya kira belajar blog ini sangat penting untuk konteks sekarang ini. jaman yang semakin hari semakin maju ini, kita dituntut untuk mengenal dunia sayber yang memudahkan orang untuk memperoleh sesuatu.</p>
<p>saya diajrin <a href="http://www.saylows.com">saylow</a>.<br />
<span id="more-3"></span><br />
sory nanti dlanjutkan&#8230;&#8230; <strong>ok broooooo</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indra666.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indra666.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=3&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/belajar-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indra666.files.wordpress.com/2008/07/sunset.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pagi di padang galak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/hello-world/</link>
		<comments>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 06:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra666</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=1&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indra666.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indra666.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indra666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indra666.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indra666.wordpress.com&amp;blog=4330465&amp;post=1&amp;subd=indra666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indra666.wordpress.com/2008/07/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">indra666</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
